Janji keterpeliharaan
Al-Quran menyatakan bahwa Allah sendiri yang menjamin keterpeliharaannya:
إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا ٱلذِّكۡرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَSesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur`an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.
لَّا يَأۡتِيهِ ٱلۡبَٰطِلُ مِنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَلَا مِنۡ خَلۡفِهِۦۖ تَنزِيلٞ مِّنۡ حَكِيمٍ حَمِيدٖ(yang) tidak akan didatangi oleh kebatilan baik dari depan maupun dari belakang (pada masa lalu dan yang akan datang), yang diturunkan dari Tuhan Yang Mahabijaksana, Maha Terpuji.
Pada masa hidup Nabi
Nabi ﷺ menerima wahyu, menghafalnya, dan membacakannya kepada para sahabatnya. Beliau memiliki para juru tulis yang menuliskan apa yang diturunkan, dan para sahabat menghafalnya serta membacanya dalam salat. Maka Al-Quran terpelihara sejak hari pertama, baik dalam hafalan maupun tulisan.
Pengumpulan pada masa Abu Bakar
Setelah Perang Yamamah, yang menewaskan sejumlah penghafal Al-Qur'an, Umar mendorong Abu Bakar mengumpulkan Al-Qur'an menjadi satu mushaf. Tugas itu diemban Zaid bin Tsabit, salah satu juru tulis Nabi, yang menyusunnya dari lembaran-lembaran tulisan dan dari hafalan, dengan mensyaratkan dua saksi untuk setiap ayat yang dicatatnya. (HR. Bukhari no. 4986)
Penyeragaman mushaf pada masa Utsman
Ketika perbedaan cara baca mulai muncul di berbagai wilayah, Utsman memerintahkan pembuatan beberapa salinan dari mushaf yang telah dikumpulkan dan mengirimkannya ke kota-kota besar, ditulis dengan dialek Quraysh. Para Sahabat sepakat, dan umat pun bersatu pada satu naskah. (HR. Bukhari 4987)
Bagaimana kita bisa yakin pada masa kini?
- Rantai yang tersambung: para penuntut ilmu masa kini menerima bacaan dari guru ke guru dalam rantai yang sampai kepada Nabi ﷺ.
- Hafalan kolektif: jutaan orang di setiap zaman telah menghafal seluruh Al-Qur'an, sehingga setiap perubahan akan langsung terdeteksi.
- Manuskrip-manuskrip awal: museum dan universitas meneliti manuskrip Al-Qur'an yang sangat tua, dan hasilnya hampir seluruhnya sesuai dengan teks baku; para ulama masih berdebat soal detail ejaan dan penanggalannya.
- Qiraat yang sahih: terdapat cara baca (qirāʾāt) yang telah tersahihkan, berbeda pada beberapa titik pelafalan terbatas tanpa mengubah makna pokok, semuanya diriwayatkan dari Nabi ﷺ.
Frequently asked questions
Apa perbedaan antara ragam cara baca (qiraat) dan perubahan teks?
Cara baca yang sahih adalah variasi pelafalan yang bersumber dari Nabi ﷺ dan masih dibaca hingga hari ini; sedangkan kerusakan berarti mengubah teksnya, dan itu dibantah oleh Al-Qur'an serta ijmak para ulama.
Apakah terjemahan itu Al-Qur'an?
Tidak. Al-Quran adalah teks Arab yang diturunkan; terjemahan hanya menyampaikan makna-maknanya dan tidak dapat menggantikannya.
Teks Al-Qur’an dan terjemahan: QuranEnc. Terjemahan hadis: HadeethEnc. Sumber ditampilkan pada setiap dzikir. Menemukan kesalahan? Beri tahu kami.