Enam hari Syawal: keutamaan dan cara berpuasanya

Short answerEnam hari Syawal adalah sunnah setelah Ramadan: Nabi ﷺ bersabda bahwa siapa yang berpuasa Ramadan lalu menyusulnya dengan enam hari Syawal, seakan-akan ia berpuasa setahun penuh. Puasa ini boleh dilakukan pada hari-hari berapa pun dalam bulan tersebut, baik berurutan maupun terpisah, dan lebih baik dimulai segera setelah Idul Fitri.

Next date (expected)Rabu, 10 Maret 2027
Add to my calendar

Date per the Umm al-Qura calendar, confirmed by moon sighting.

Keutamaannya

Hadith
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Siapa yang berpuasa Ramadan kemudian menyusulnya dengan enam hari Syawal, seakan-akan ia berpuasa seumur hidupnya.

Muslim 1164

Cara berpuasanya

Mulailah dari tanggal 2 Syawal (hari pertama Idul Fitri tidak dipuasakan). Banyak ulama berpendapat bahwa orang yang masih menunggak qadha puasa Ramadan sebaiknya mendahuluinya terlebih dahulu.

Frequently asked questions

Teks Al-Qur’an dan terjemahan: QuranEnc. Terjemahan hadis: HadeethEnc. Sumber ditampilkan pada setiap dzikir. Menemukan kesalahan? Beri tahu kami.